Feeds:
Tulisan
Komentar

keberanian merantau

Kita itu memang harus punya keberanian untuk merantau. Sebab, dengan keberanian merantau, kita akan lebih bisa percaya diri dan mandiri.

Sehingga, hal itu akan membuat kita tergantung dan tidak mandiri. Akibat dari itu sangat jelas, kita mudah patah semangat atau putus asa. Tidak berani menghadapi tantangan atau risiko bisnis. Kita pun akan mudah tergantung pada orang lain.

Tapi beda halnya. kalau kita berani merantau. Hal itu berarti kita siap menjadi “manusia baru”. Kita harus siap menghadapi lingkungan baru, yang barangkali tak sedikit tantangan yang harus dihadapi. Dan, jika saat dulu kita belum tahu apa sebenarnya kelemahan kita, maka dengan merantau hal tersebut bisa diketahui. sedikit demi sedikit kelemahan tersebut akan kita perbaiki di tanah perantauan. Itulah sebabnya mengapa saya yakin, keberanian merantau yang membuat kita punya jiwa kemandirian itu, akan membuat kita lebih percaya diri dalam setiap langkah dalam bisnis maupun karier.

Jadi singkatnya, merantau itu akan membuat kita berjiwa “tahan banting”. Katakanlah, kalau usaha kita ternyata jatuh dan gagal, kita tidak terlalu malu, toh itu terjadi di kota lain. Dengan kata lain, berusaha di kota lain akan mengurangi beban berat, bila dibandingkan dengan merintis bisnis di kota kita sendiri.

Selain itu, keberanian merantau ke daerah lain, atau bahkan negara lain, akan membuat kita dapat menyelesaikan persoalan sendiri. Bahkan, kita akan merasa tabu terhadap bantuan orang lain. Kita ada rasa untuk tidak mau punya hutang budi pada orang lain.

Oleh karena itulah, saya berpendapat, bahwa sesungguhnya ke-mandirian itu adalah semangat paling dasar dari kita untuk bisa meraih kesuksesan. Dan, alangkah baiknya jika sikap mandiri semacam itu bisa kita bentuk sejak kita masih sekolah.

Maka, jika kita ingin menjadi seseorang yang mampu meraih sukses dan “tahan banting”, salah satu kuncinya adalah kemandirian itu sendiri. Dan, kemandirian akan muncul jika kita berani merantau. Buktikan sendiri.

Arti Keluarga Di Hari Lebaran

Bagi kita yang merayakan, Lebaran enggak cuma shalat Ied, makan ketupat, dapat uang dari saudara, atau ngomong Minal Aidin Wal Faidzin ke semua orang. Di hari yang sakral inilah kita semakin sadar betapa penting arti keluarga khusunya orang tua buat diri kita.

Setelah shalat Ied, diiringi takbir yang berkumandang, menundukkan kepala, meraih sepasang tangan lelaki yang telah mengasuh kita selama ini, menciumnya, lalu berkata, ”Maafin aku ya Pak…” Berlanjut ke sosok lain, seorang perempuan yang telah melahirkan dan mengasuh kita selama ini, ”Maafin aku ya Bu…” Sebuah momen yang bisa dibilang membuat Lebaran menjadi sangat bermakna. Saat kita membersihkan segala salah dan menundukkan hati pada dua orang yang paling berjasa dalam kehidupan kita. Orangtua kita.

Itu yang idealnya terjadi. Tapi banyak juga di antara kita yang enggak bisa seberuntung itu. Seperti saya yang sedang sendirian jauh di negeri orang, tapi blh dibilang itu sedikit lbh beruntung karena ada teman-teman kita yang harus menghabiskan Lebaran di panti asuhan karena kedua orangtuanya sudah tiada dan enggak punya saudara kandung. Ada yang masih punya saudara kandung dan enggak tinggal di panti asuhan, tapi kedua orangtuanya sudah meninggal. Lalu ada juga yang orangtuanya masih ada, tapi sudah bercerai. Semuanya memberikan kesedihan tersendiri. Tapi semuanya juga membawa hikmah….

Andai Hitler Tak Suka Kumbang

Apa jadinya jika Adolf Hitler tidak pernah dilahirkan? Tentu saja dunia tidak akan pernah mengenal si legendaris, VW Beetle!SIAPA sangka, dibalik reputasi ‘buruknya’, mobil VW Beetle adalah salah satu ide yang menjadikannya sebagai ikon mobil dunia. Kesukaannya pada hewan sejenis kumbang turut memberi andil akan konsepnya yang aneh dan begitu kontroversial.Bagaimana tidak, teknologi mesin yang diadopsi harus se sederhana mungkin hingga si pemilik dapat mereperasi sendiri kerusakannya. Selebihnya, mobil ini harus bisa dijual ke rakyat dengan murah (setara dengan harga sepeda motor pada jaman itu). Sudah tentu, ini jelas bukan pekerjaan yang mudah. Namun berkat tangan dingin Ferdinand Porsche, lahirlah kendaraan Vokswagen (mobil rakyat) pada era perang dunia pertama. Bahkan, Guinnes Book of Record pernah mencatatnya sebagai mobil paling terlaris di dunia.

VW Beetle
“Entahlah, tidak ada yang tahu kenapa di Indonesia, mobil ini lebih popular dengan sebutan VW kodok, padahal Beetle itukan berarti kumbang,” terang Harry, Manager Marketing Car & Cars.

Tak hanya itu, keberadaan VW Beetle turut men¬jadi saksi sejarah perjalanan otomotif di Indonesia. “VW Beetle masuk ke Indonesia sekitar penghujung era 60 an dan langsung banyak yang menggemarinya” terang Harry. Menurutnya lagi, bahkan pihak militer dan pemerintah yang paling banyak menggunakannya.

Trade mark
Ada 1001 alasan penggemarnya saat mengoleksi VW kodok ini. Mulai dari hobies hingga momen tersendiri bagi pemiliknya. A Khun misalnya. “Boleh dibilang hampir setiap weekend, saya sering keliling kota maupun luar kota. Hanya sekadar mengenang masa lalu,” ceritanya.

Menurutnya lagi, VW kodok ini terbilang unik bentuk maupun modelnya. “Lihat saja, bagasinya ada di depan sedangkan mesinnya justru malah dibelakang,” ucapnya. Selain menggemaskan, tak sedikit pula orang tertarik dengan historisnya. “Satu lagi, suara mesinnya benar benar sudah jadi trade mark VW kodok,” ucap pemilik VW Beetle putih tahun 1973 ini.

Untuk kemampuan mesinnya, tak usah diragukan lagi. Dijejali mesin empat silinder, boxer dan berpendingin udara membuat kendaraan ini mampu menjajal berbagai medan bahkan gurun pasir. “Meski klasik, tenaganya tidak kalah bila di jalanan menanjak,” ucap A Khun, seorang pemilik VW Beeatle. Menurutnya lagi, merawat mobil ini terbilang mudah asal rajin mengecek oli dan mengganti sparepart yang memang sudah layak untuk diganti.
Selama memiliki VW kodok, ada banyak kisah atau kejadian yang di alaminya. “Bahkan saya pernah ditungguin oleh seseorang berjam jam lamanya diparkiran, hanya untuk ngobrol soal VW kodok saja,” ungkap A Khun.

New Beetle
Ingin mengulang kesuksesannya, VW Beetle dihadirkan kembali dengan wajah baru dan meninggalkan kesan mobil rakyat meski mengacu pada bentuk asalnya. Reinkernasi ini justru mengarah pada mobil mewah yang melahirkan istilah retro design atau retro klasik.

Sejak diperkenalkan pada Detroit Auto Show 1994, New Beetle langsung diserbu penggemarnya dari seluruh dunia. “Walaupun tidak sama persis, tetapi wajah lucu dan baby face nya tetap mengingatkan kita dengan sang legenda. “Perbedaan utama dengan ‘saudara tuanya’ adalah posisi mesinnya yang sudah berada di depan seperti mobil pada umumnya,” jelas Harry.

Keunikan bentuk itu terletak pada tubuhnya yang nyaris tak memiliki konfigurasi segi empat, lazimnya yang dimiliki mobil mobil mewah. Desain eksteriornya yang bulat justru membuat ruang interiornya terkesan lega.

Tidak seperti pendahulunya, New Beetle menggunakan dua pilihan mesin, yakni mulai dari 2.0 liter dan 1.8 liter turbo dengan sistem transmisi manual dan matik. Dibekali pula dengan seperangkat piranti khas mobil modern seperti AC, airbag, rem ABS, power window, remote central locking, ESP (Electronic Stability Program) dan EDL (Electronic Differential Locking).

TAK heran, melekatnya nilai historis pada VW Beetle justru mejadikannya sebagai daya tarik yang luar biasa baik dalam dunia hiburan seperti film, kartun, musik maupun budaya pop. Diantaranya adalah film The Love Bug, di mana VW Beetle (Herbie) putih dengan nomor racing 53 menjadi ikonnya. Bahkan VW Beetle dianggap sebagai ladang bisnis baru dibidang aksesoris, baik berupa kaos, topi dan lainnya.

Bahkan, keberadaannya mampu mengusik sisi kreatif para seniman dunia yang melukiskannya pada dinding Tembok Berlin. Hasilnya, kendaraan itu terlihat seakan merobek dinding agar mobil dari Berlin Barat bisa masuk ke Berlin Timur.

Perbedaan utama dengan ‘saudara tua­nya’ adalah posisi mesinnya yang sudah berada di depan seperti mobil pada umumnya.

Kotak atau Bulat

VW kodok sampai saat ini modelnya tidak ketinggalan jaman, malah cenderung klasik dan disenangi banyak kalangan. Model VW Kodok cenderung bulat, menjadikan model mobil tersebut tahan lama. Tidak banyak model mobil yang bisa melewati beberapa generasi, bahkan mobil VW Kodok salah satu mobil yang paling banyak terjual pada jamannya. Mobil dengan desain kotak, mempunyai kecenderungan cepat dimakan jaman. Dan modelnya tidak menarik lagi. Mobil modern yang sekarang di produksi cenderung beraliran bulat, tidak persegi, karena para desainer ingin agar karyanya bisa melewati beberapa generasi. Bahkan VW Kodok atau VW Bettle diproduksi ulang lagi dengan desain yang lebih baru dengan nama New VW Bettle.

A Study of Clean Water

Due to its strategic location, the population growth of Muntilan city is raising rapidly. Consequently, clean water demand is also increasing. However, the clean water demand is not available for 24 hours a day due to the development of the clean water is not in the right direction as initial design. In comprehend to the fact, a solution is required, especially by emphasizing to several strategies and solution alternatives. The objection of this research is to study the planning and development efforts taken by PDAM Tirta Gemilang of Magelang District, especially Kota Muntilan, in order to fulfill its service target. It is by viewing the technical aspect, particularly the pipe network efficiency.

In consider to the wide extent of the problem, limitations are required, that the study area consists of 28.61 km2, and predicted clean water demand up to the year of 2015. Data analysis is carried out based on available data. Especially for the pipe network simulation, WaterCAd Version 3 is used.

The simulation results show several junctions with pressure greater than 50 mH20 are found in the pipe network of PDAM Muntilan. To decrease the pressure, use of a pressure releasing structure can be alternative utilized. Due to the excessive water supply at ground reservoir of Gondosuli, there is a large amount of water during the existing condition. To have an efficient function of the reservoir, water supply from Semaren should be opened only based on the existing need. Mostly, water velocity at existing condition is still < 01 m/sec because the pipe diameter is wider than the size needed. However, this condition is still allowable since the flow is turbulence. There are no significant changes between the pipe condition in the year 2015 and the existing condition, in which water demand can still be fulfilled although the demand rises. Based on the simulation of the existing condition, the alternative model for the existing pipe which have technical advantages are the network pipes with smaller diameter adjusted to water demand, and smaller volume of Gondosuli ground reservoir. These may result in more efficient and economical cost of Rp 416,818,750. The allocation of this cost can then be utilized for the development of a wider network.

Pengenalan Program Watercad

Program WaterCAD ini sangat powerful, sangat membantu dalam perencanaan dan menganalisa simulasi jaringan pipa yang sangat komplek. program WaterCAD ini dapat digunakan untuk :

  1. Menganalisis distribusi air dari jaringan pada aliran tetap dengan mengunakan pompa, tangki dan pintu pengontrol (katup).
  2. Memberikan tahapan-tahapan atau periodisasi dari simulasi jaringan pemipaan terhadap adanya kebutuhan air maupun pemberian air yang bervariasi (berfluktuatif).
  3. Menunjukkan kualitas dari air yang didistribusikan dan mengkalkulasi adanya kehilangan dari suatu unsur kimia tertentu selama distribusi berlangsung.
  4. Melakukan analisa aliran untuk hidrant (Fire Flow Analysis) dan menunjukkan bagaimana perilaku jaringan pemipaan tersebut pada kondisi ekstrim.
  5. Melakukan perkiraan biaya terperinci berdasarkan analisa biaya yang terintegrasi dari suatu sistem pemodelan.

Berdua ama adikku, kita bikin desain ini cuma dalam waktu 4 jam aja sebelum kita presentasikan di acara “Bikin Keren Kombimu” yang diadain di Araya Malang. Alhamdulillah desain ini masuk nominasi 3 besar nasional. 

Filosofinya bahwa kombi ini berfungsi sebagai tempat untuk melepas lelah atau sekedar untuk minum secangkir kopi dan menghisap sebatang rokok setelah menempuh perjalanan jauh atau pada saat istirahat sebelum sampai ke tempat tujuan. Pada saat di lokasi acara vw, mobil ini juga bisa berfungsi sebagai tempat berkumpulnya para vw-ers.

Kombi Breaktime’76

Sudah menjadi tradisi dan agenda rutin Volkswagen Club Malang (VCM), setiap bulan Ramadhan tiba maka VCM akan mengadakan acara Bakti Sosial. Kali ini lain daripada tema-tema sebelumnya, yang biasanya diadakan ke Panti Asuhan atau Pondok Pesantren, untuk acara bakti sosial kali ini VCM berbagi dengan para veteran kemerdekaan Republik Indonesia. Riyanto Haribowo, yang ditunjuk oleh ketua VCM saudara Putu Ivan sebagai “Komandan” pada acara baksos tahun ini sangatlah tepat, dari mulai menentukan sasaran baksos sampai membentuk kepanitiaan baksos berjalan dengan mulus. “Pokoknya 3 hari sebelum puasa harus sudah beres semua, mulai dari proposal sampai jadual kegiatan acara!!” ucap “Sang Komandan” yang berprofesi sebagai seorang pengajar di sebuah PTN ternama di kota Malang. Berkat kerjasama tim dan semua anggota VCM, target dana, sembako dan sumbangan lainnya sudah terpenuhi H-3 menjelang acara.

Tepat tanggal 23 September 2007, atau minggu kedua puasa, kegiatan dimulai dengan pengobatan gratis yang mengambil tempat di Kantor Kaminvetcad V/28 Kodya Malang, untuk para veteran yang rata-rata berusia diatas 75 tahun. “Pak dokter… saya dulu waktu perang kena tembak di bagian perut sebelah kiri..” ucap salah satu veteran sebelum dimulai pemeriksaan. Mulai dari cek tekanan darah, timbang berat badan dan pemberian obat-obatan sudah dipersiapkan oleh dr. Rusdi, seorang Dokter pengggila volkswagen.

Setelah lebih dari satu jam pemeriksaan dan pengobatan, tepat pukul 16.00 WIB dimulai dari lapangan Rampal kota Malang, seluruh veteran diarak keliling kota Malang bersama puluhan VW oleh semua anggota VCM. Terlihat senyum gembira dan ceria dari para veteran yang rata-rata sudah manula… “saya pengen naik VW Kodok aja bersama bapak berdua” celetuk seorang istri dari veteran.. “wah, serasa pengantin baru ya..” gurau seorang rekannya. Puas dengan konvoi keliling kota, semua peserta konvoi sampai pada lokasi acara baksos di Cinemax Café and Resto di daerah Sawojajar tak jauh dari pusat kota Malang. Sesampainya disana, semua peserta langsung mendapat sambutan hangat dari Korwil Jatim, mas Iwan “lemes” Hardiarto, bersama para penasehat dan sesepuh VCM Bpk. Ghori Hasto, bpk. Doddy Mulyadi, Ibu Paul Hermann, dll.

Tepat pukul 17.00 WIB acara dalam Hall Cinemax dimulai dengan musik Islami dan Sholawat Albanjari. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan dan pejuangnya” sekelumit nasihat dalam sambutan oleh “Komandan Baksos”, yang langsung disambut aplaus oleh semua veteran dan hadirin yang ada. Tiba saatnya dari perwakilan veteran menyampaikan sambutan, yang diwakili oleh Bpk. Oka. Berbagai kata pujian dilontarkan dengan nada semangat “saya bangga, dijaman seperti ini masih ada pemuda-pemuda yang masih peduli dan menghargai jasa para pahlawan dan pejuangnya……termasuk yang satu ini… Keluarga Besar Volkswagen Club Malang” seraya mengakhiri sambutannya.

Bingkisan berupa sembako (beras, gula, minyak goreng, roti dan sirup), sarung dan uang tali asih dibagikan untuk 30 veteran yang telah diundang.. “wah ini bisa buat lebaran bersama cucu..” ucap sang veteran yang telah berusia 80 tahun. Acara diakhiri dengan buka puasa bersama dan sholat maghrib bersama. Wajah-wajah ceria nampak pada para veteran. Semoga tahun depan VCM bisa membuat acara yang “lebih” daripada yang sekarang…. Amin.

“Bersihkan Diri Sucikan Hati… Saatnya Kita Berbagi Bersama…”

Volkswagen Club Malang mengucapkan “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1428 H & Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin”

Spesial Thanks To : NONOD yang udah banting tulang buat nyuksesin acara ini, thanks a lot bro..