Bagi kita yang merayakan, Lebaran enggak cuma shalat Ied, makan ketupat, dapat uang dari saudara, atau ngomong Minal Aidin Wal Faidzin ke semua orang. Di hari yang sakral inilah kita semakin sadar betapa penting arti keluarga khusunya orang tua buat diri kita.
Setelah shalat Ied, diiringi takbir yang berkumandang, menundukkan kepala, meraih sepasang tangan lelaki yang telah mengasuh kita selama ini, menciumnya, lalu berkata, ”Maafin aku ya Pak…” Berlanjut ke sosok lain, seorang perempuan yang telah melahirkan dan mengasuh kita selama ini, ”Maafin aku ya Bu…” Sebuah momen yang bisa dibilang membuat Lebaran menjadi sangat bermakna. Saat kita membersihkan segala salah dan menundukkan hati pada dua orang yang paling berjasa dalam kehidupan kita. Orangtua kita.
Itu yang idealnya terjadi. Tapi banyak juga di antara kita yang enggak bisa seberuntung itu. Seperti saya yang sedang sendirian jauh di negeri orang, tapi blh dibilang itu sedikit lbh beruntung karena ada teman-teman kita yang harus menghabiskan Lebaran di panti asuhan karena kedua orangtuanya sudah tiada dan enggak punya saudara kandung. Ada yang masih punya saudara kandung dan enggak tinggal di panti asuhan, tapi kedua orangtuanya sudah meninggal. Lalu ada juga yang orangtuanya masih ada, tapi sudah bercerai. Semuanya memberikan kesedihan tersendiri. Tapi semuanya juga membawa hikmah….